Beberapa waktu yang lalu, pasangan Bill Gates dan Melinda Gates mengumumkan bahwa mereka bercerai setelah menikah selama 27 tahun. Kabar perceraian itu diumumkan melalui media sosial.

“Setelah banyak pemikiran dan banyak pekerjaan pada hubungan kami, kami telah membuat keputusan untuk mengakhiri pernikahan kami,” demikian isi pernyataan bersama Bill dan Melinda yang diunggah di media sosial mereka, tanpa menyebut alasan yang jelas mengenai perceraian mereka.

Pada ulang tahun pernikahan ke 26, Melinda Gates menulis di media sosial Instagramnya, bahwa ia bersyukur dan bahagia atas pernikahannya bersama Bill Gates. “Saya masih takjub bagaimana hati dapat penuh dengan kebahagiaan. Selamat ulang tahun pernikahan bagi pria yang membuatku selalu menjalani hidup dengan menari.” Sementara pada tahun pernikahan ke 27, mereka mengumumkan perceraian.

Perceraian di usia lanjut atau yang disebut sebagai grey divorce, meningkat.

Menurut penelitian, kebanyakan grey divorce adalah permintaan dari istri. Karena biasanya, perempuan lebih banyak berkorban dan menahan diri demi anak-anak. Banyak pasangan merasa setelah anak-anak dewasa, tugas mereka telah selesai, lalu memutuskan bercerai. Mungkin mereka berpikir karena anak-anak mereka telah dewasa, mereka tidak terpengaruh dengan keputusan bercerai dari orang tuanya.

Sesungguhnya, pemikiran itu merupakan sebuah kesalahan besar. Pada kenyataannya, anak-anak yang telah dewasa ini justru menghadapi tantangan yang lebih besar. Anak-anak yang telah terbiasa puluhan tahun bersama kedua orangtuanya, tiba-tiba menghadapi kenyataan bahwa kedua orangtuanya berpisah.

Karena dianggap sudah dewasa dan dapat mengatasi permasalahan, dampak yang mereka alami cenderung dianggap remeh. Kemudian mereka kesulitan untuk mengungkapkan kesulitan yang mereka alami karena dianggap sudah dewasa, bahkan mereka justru menjadi tumpuan emosional orangtua mereka yang bercerai.

Bagaimanapun, perceraian akan menyakiti banyak pihak, terutama anak-anak, tidak peduli apakah anak-anak sudah dewasa atau belum.

Selain anak-anak, tentu keluarga besar, teman-teman dan kerabat lainnya juga mengalami gejolak. Karena itu, pernikahan harus dijaga dalam usia berapapun.

Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel — juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!
Maleakhi 2:16

Tuhan membenci perceraian! Banyak ayat dalam alkitab yang memerintahkan kita untuk menjaga kekudusan dan kesetiaan dalam pernikahan. Tuhan meminta kita untuk senantiasa menjaga pernikahan, hingga maut memisahkan.

Hidup ini bukanlah apa yang kita inginkan, melainkan apa yang Tuhan inginkan.

Ketika kita memutuskan untuk menikah, artinya kita siap untuk berkomitmen terus bersama dengan pasangan kita seumur hidup. Ada banyak hal yang harus dikorbankan dalam pernikahan, terutama kepentingan diri sendiri.

Dalam satu unggahan di media sosial Instagramnya, Maya Septha berkata, hubungan dengan pasangan harus menjadi prioritas utama, bahkan di atas anak-anak. Karena hubungan pernikahan yang bahagia, akan menghasilkan anak-anak yang bahagia.

Sumber : berbagai sumber | percayasaja.com | Ren

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here