“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6:33).
Jika kita ingin hidup kita diubahkan dari kehampaan menjadi berkelimpahan, maka beri Yesus kendali penuh atas hidup kita, termasuk pada karier kita. Contoh dalam hal ini adalah ketika Simon Petrus membiarkan Yesus naik ke kapalnya agar Dia dapat mengajar beberapa orang yang berdiri di tepi pantai. Alkitab berkata, “Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga” (Lukas 5:4-5).
Kemudian Alkitab mencatat, “Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam” (Lukas 5:6-7).
Jika kita ingin hidup kita berubah dari kehampaan menjadi berkelimpahan, maka kita harus mengizinkan Yesus naik ke perahu kita.
Apa perahu kita? Itulah cara kita mencari nafkah. Harta Simon ialah perahunya sebab dia adalah seorang nelayan. Sama halnya perahu yang mewakili mata pencaharian Simon Petrus, perahu kita mewakili karier kita, profesi kita, pekerjaan kita.
Apa artinya ada Yesus di atas perahu kita?
Itu artinya kita mendedikasikan karier kita untuk Tuhan. Saya tidak berbicara tentang keselamatan. Kita mungkin memiliki Yesus di dalam hidup kita, tetapi apakah kita telah memberikan Dia kendali atas karier kita? Kita mungkin telah mempercayakan keselamatan kita pada Allah dan melayani dengan setia di gereja, tetapi ketika kita kembali bekerja di sepanjang minggu, apakah kita juga mempercayakan pekerjaan kita pada Yesus? Atau apakah kita hanya meletakkan Yesus di rak pajangan kita?
Ketika Simon Petrus memberi Yesus kendali atas pekerjaannya, ia pun diberkati dengan hasil-hasil yang luar biasa. Tetapi jangan keliru dengan urutannya. Kadang kita berpikir, “Tuhan, jadikan aku benar-benar sukses dalam bisnisku. Aku akan melayani-Mu dengan kesuksesanku itu.” Salah! Justru sebaliknya. Pertama, Petrus memberi Yesus kendali atas pekerjaannya. Kemudian Yesus memberkati pekerjaan Petrus dengan kesuksesan yang luar biasa. Itulah urutan yang benar.
Bila kita ingin Tuhan memberkati sesuatu, tempatkan Dia di tempat pertama dalam bidang tersebut. Kita ingin Tuhan memberkati waktu kita? Berikan Dia bagian pertama dari waktu kita setiap harinya. Kita ingin Tuhan memberkati pekerjaan kita? Beri Dia kendali, seberapa pun suksesnya kita.
Izinkan Yesus naik ke perahu kita, dan kita akan melihat hidup kita berubah dari kekosongan menjadi berkelimpahan.
Tuhan Yesus memberkati.
Sumber : percayasaja.com | JFS







