Maka sekarang, supaya timbal balik  —  aku berkata seperti kepada anak-anakku  — : Bukalah hati kamu selebar-lebarnya! Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya? Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini: “Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku.
Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu. Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa.”
2 Korintus 6:13-18

Dalam dunia kekristenan, Tuhan memerintahkan kita untuk membuka hati selebar-lebarnya. Tetapi tetap ada 1 syarat tegas yang tidak boleh dilupakan, yaitu pasangan yang seimbang. Seimbang bukan berarti sesama Kristen dengan Kristen saja, tetapi sesama orang percaya dengan orang percaya. Orang Kristen belum tentu orang percaya. Orang percaya berarti melakukan kebenaran Firman Tuhan sepenuh hati. Standar pasangan ini mulai menurun menjadi standar dunia. Hubungan pria dan wanita dalam kekristenan haruslah seimbang. Tidak perlu dipertanyakan. Bukan masalah agama saja. Pernikahan seorang Kristen adalah sekali dan selamanya. Tidak boleh ada kata perceraian. Kita lebih berdosa jika salah pacaran atau menikah daripada hidup dalam kesendirian.

Hubungan pria dan wanita adalah unik. Para wanita, jangan menghabiskan waktu dengan pria yang menyedot Anda, menghabiskan waktu Anda dengan pembicaraan-pembicaraan tidak penting di WALine dan lain-lain tanpa merencanakan untuk menikah dengan Anda. Para pria, jangan menghabiskan waktu dengan wanita yang curhat sepanjang hari dan sepanjang malam, tanpa ia mau untuk mengenal Anda dan mendoakan Anda.

Seorang wanita adalah konselor, penasihat yang baik, yang memberikan kekuatan kepada suaminya. Ketika saya mulai khawatir dengan masa depan anak-anak saya, istri saya menegur saya. “Pendeta kok khawatir!” kata istri saya waktu itu. Ia menguatkan saya dalam masa-masa kelemahan saya.

Gereja akhir-akhir ini krisis pria sejati, krisis kepemimpinan. Tidak bisa memimpin dan hidupnya, dipimpin oleh wanita. Banyak gereja melahirkan Ester karena tidak adanya pria yang dapat memimpin. Namun demikian, sebuah keluarga seharusnya dipimpin oleh pria. Seorang pria dewasa, sudah seharusnya dapat menghidupi kehidupannya sendiri. Jika seorang pria tidak bisa mengambil keputusan, tidak bisa memimpin, bagaimana wanita akan menghormati seorang pria.

Syarat membangun hubungan :

  1. Percaya pada Kristus Yesus. Percaya bahwa sejak dalam kandungan, Tuhan sudah menciptakan dan memilih kita, dan Tuhan telah merancangkan masa depan yang penuh harapan. Jika kita tidak mempercayai ini, maka kita akan krisis iman.
  2. Pulih dari avon (dosa keturunan). Standar utama untuk pria dan wanita yang hidup dalam kebenaran Firman adalah kudus. Firman Tuhan berkata : “Kuduskanlah dirimu, sebab Aku kudus“. Jika belum, kita belum menyentuh inti dari kekristenan. Kita harus membereskan masa lalu kita.

Di dalam Alkitab Perjanjian Lama dijelaskan bahwa yang membawa kutuk keturunan adalah seorang pria dan kutuk ini akan terus menguasai 3 sampai 4 generasi selanjutnya. Jika orang tua pria memiliki dosa perzinahan, maka anak pertama laki-laki akan dituntut. Ia harus pulih sebelum menikah, karena ini akan berbahaya. Seorang yang belum pulih tidak dapat dipersembahkan untuk Tuhan dan pernikahan adalah mempersembahkan hubungan kepada Tuhan.

Orang-orang yang memiliki avon seksual dan bahkan tidak hanya cenderung saja, tetapi sudah melakukan aktivitas seksual tersebut, harus dipulihkan terlebih dahulu. Ada seorang teman yang memiliki avon seksual dan bahkan sudah terlibat di dalamnya. Ia sudah menikah, tetapi hidup pernikahannya tidak ada kemuliaan di sana. Pertengkarannya tidak pernah habis. Ketika didoakan lewat telepon, ia menyebutkan semua nama mantan-mantannya dan ia tidak sadar.

Ini adalah sebuah catatan bahwa ketika kita jatuh dalam dosa perzinahan, kita sudah satu tubuh, satu jiwa dan satu roh dengan orang tersebut, tidak peduli seberapa jatuhnya kita. Orang yang sudah jatuh berkali-kali, sudah ada roh jahat dalam dirinya. Dan ini perlu untuk dilepaskan. Akui dosa kita dan dosa itu akan dapat dilepaskan.

Ada lagi satu kisah di mana seorang perempuan hamil anggur berkali-kali sehingga sulit punya anak. Ternyata di balik itu semua, sang suami pernah menyuruh mantan pacarnya untuk menggugurkan kandungan. Ia berbohong pada sang istri bahwa ia belum pernah berhubungan dengan wanita manapun. Akhirnya tidak ada berkat, tidaka da damai sejahtera dalam pernikahan. Tetapi ketika mereka mengundang Yesus untuk bertahta, ada damai dalam keluarga ini. Tuhan berkuasa untuk memulihkan dan mematahkan kutuk.

Ada orang-orang tertentu yang memang ingin menikah. Sangat cinta Tuhan, aktif pelayanan dan lain-lain, tetapi tidak ada pasangan yang datang padanya. Setelah diselidiki, sang ayah ternyata adalah mantan suhu. Ia memproteksi anaknya dengan amntera-mantera tertentu dari cowok-cowok nakal. Sang ayah sudah bertobat dan anaknya cinta Tuhan. Kutuk yang dipasang oleh ayahnya tidak mengikut anak ini, tetapi kutuk itu mengejar orang-orang di sekitarnya supaya gagal dengan dia.

Iblis merancangkan masa depan yang jelek untuk anak-anak Tuhan, tetapi Tuhan merancangkan masa depan yang baik untuk anak-anakNya. Kita belajar untuk mengerti kerinduan Tuhan. Kita cek, apakah ada avon atau kutuk yang menghalangi kita untuk mendapat yang ada.

 

oleh Ps. Daniel Hadi Shane