Menjadi orang tua memang tidak mudah. Ada tanggung jawab besar yang menyertainya, sebab anak-anaknya akan menjadi generasi bangsa di masa depan. Apalagi masing-masing anak memiliki karakter yang berbeda, yang mana membutuhkan perilaku yang berbeda juga.

Dalam unggahannya, Maya Septha mengaku bahwa parenting adalah tugas yang sangat sulit, namun ia mencintai tugas tersebut. Bahkan dengan mengasuh anak, ia belajar beberapa hal.

Anak memiliki kekurangan dan kelebihannya sendiri

Masing-masing anak memiliki ketertarikan yang berbeda satu sama lain. Sayangnya, perbedaan ketertarikan anak membuat orangtua merasa tidak aman karena berbeda dengan anak-anak lainnya. Orangtua takut anaknya kalah dengan orang lain. Misalnya seorang anak memiliki ketertarikan lebih dalam hal musik, namun kurang secara akademis atau tidak suka membaca buku. Kemudian orangtua memaksa anak untuk membenci apa yang ia sukai dan menyukai apa yang anak benci. Apalagi sampai mengatakan hal-hal negatif yang membuat anak terluka. Karena itu, orangtua perlu bijaksana mengatur ucapan.

Hubungan dan kedekatan adalah yang terpenting

Anak lebih mudah mendengar ucapan orang yang dekat dengannya. Jika orangtua tidak memiliki hubungan dekat dengan anak, hubungan mereka hanya seperti atasan dan bawahan, di mana orangtua suka mengatur dan memerintah, tapi tidak bisa diajak bersenang-senang. Anak tidak akan mengerti mengapa orangtua melarang ini dan itu, sehingga di suatu waktu, mereka akan memberontak dan merasa orangtua hanya senang memerintah. Tapi jika orangtua memiliki hubungan dekat dengan anak, mereka akan mengerti bahwa orangtua melarang karena sayang.

Hubungan dekat tidak dibangun dalam waktu satu malam. Meskipun sedikit, orangtua perlu untuk meluangkan waktu untuk anak. Belajar merespon cerita atau omongan anak sehingga mereka merasa bahwa orangtua mendengarkan mereka, dan mereka bebas bercerita apapun kepada orangtua. Suatu hal sepele bagi orangtua, bisa saja itu penting bagi anak.

Anak harus merasa disayang

Semura orangtua pasti merasa sudah sayang, tetapi anak belum tentu merasa disayang. Hal ini bisa disebabkan bahasa kasih yang berbeda. Jangan sampai anak merasa tidak disayang di rumah, sehingga mencari “sayang” di luar rumah yang mungkin membawa mereka ke dalam dosa atau pergaulan yang buruk. Jika anak merasa cukup di dalam rumah, tentu mereka tidak akan mencari di luar rumah.

Anak membutuhkan contoh

Orangtua seringkali melarang melakukan anak ini atau itu, tetapi ternyata orangtua melakukan hal yang mereka larang. Misalnya, menyuruh anak untuk tidak berteriak atau membentak, tapi diberitahu dengan suara keras juga. Tidak bisa juga menyuruh anak sabar, sedangkan orangtua sendiri tidak sabar. Apa yang orangtua ingin anak lakukan, orangtua harus memberi contoh dulu. Anak meniru perilaku orangtuanya, bagaimana sikap kita di rumah, itu akan dicontoh oleh anak dan akan dibawa hingga dewasa.

Rasa sakit tidak membuat anak disiplin

Rasa sakit hanya membuat anak takut dan merasa tidak dikasihi. Mereka mungkin akan taat, karena mereka hanya bisa diam dan tidak memiliki pilihan. Mereka melakukan hanya karena takut, tetapi tidak mengerti apa tujuannya. Bahkan hukuman yang menimbulkan rasa sakit, akan membuat anak merasa kekerasan dapat menyelesaikan masalah.

Menjadi orangtua memang tidak mudah, tetapi bukan berarti tidak bisa dilakukan. Menjadi orangtua juga akan mengajarkan kita banyak hal, jadi mari terima dengan sukacita, bukan beban. Berbagi dengan sesama orangtua juga membantu orangtua untuk belajar mengasuh anak dengan lebih baik.

Sumber : instagram.com/Mayaseptha7

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here