Tentu kita pernah ditunjuk menjadi pemimpin, sementara kita merasa kita tidak mampu menjadi pemimpin. Misalnya, kita merasa sulit mengambil keputusan, sedangkan pemimpin adalah orang yang paling banyak mengambil keputusan dan ia harus bertanggung jawab atas keputusan yang dipilihnya. Atau mungkin kita merasa nggak enakan yang membuat kita merasa sulit mengatur seseorang.

Ingatlah bahwa ketika kamu ditunjuk menjadi pemimpin, karena pemimpinmu melihat kamu bisa memimpin.

Musa dipilih Tuhan untuk memimpin bangsa Israel. Pada awalnya, Musa merasa tidak mampu memimpin bangsa Israel, karena ia gagap dalam berbicara, sehingga ia menolak. Namun dalam perjalanan bangsa Israel menuju tanah Kanaan, kita dapat melihat Musa adalah pemimpin yang tepat untuk bangsa Israel yang tegar tengkuk. Musa menggembalai bangsa Israel dengan kelemahlembutan dan kesabaran.

Mintalah pimpinan dan hikmat dari Tuhan.

Salomo diangkat menjadi raja atas Israel juga bukan atas dasar kemauan Salomo sendiri. Tetapi Salomo mau tunduk dan belajar untuk memimpin bangsa Israel. Hal itu dapat dilihat saat ia meminta hikmat kepada Tuhan saat Tuhan menawarkan kepada Salomo sesuatu yang pasti akan dikabulkanNya (2 Tawarikh 1 : 1-17). Tuhan memuji permintaan Salomo tersebut, sehingga Ia mengaruniakan keamanan, kekayaan dan lain sebagainya.

Jangan takut berbuat kesalahan, tidak ada pemimpin yang lepas dari kesalahan.

Musa juga pernah berbuat kesalahan dalam kepemimpinannya. Ia ditegur Tuhan karena ia lepas kendali ketika bangsa Israel bersungut-sungut meminta air yang membuatnya tidak diijinkan masuk ke Tanah Perjanjian. Musa juga mengambil istri dari seorang asing yang bukan dari bangsa Israel. Hal itu membuat Miriam dan Harun memberontak kepada Musa. Di kejadian ini Tuhan membela Musa, karena bagaimanapun Musa adalah pemimpin mereka dan Tuhan tidak suka dosa pemberontakan.

Kenali anggotamu dan bangun kepercayaan mereka.

Dalam kepemimpinan Musa, Musa turut membantu menyelesaikan permasalahan bangsa Israel. Hal itu sempat membuat bangsa Israel, hingga akhirnya mertua Musa, Yitro, mengusulkan untuk membentuk pemimpin-pemimpin kecil, pemimpin atas sepuluh orang, lima puluh orang, seratus orang.

Dari sini kita belajar bahwa sebagai pemimpin, kita juga perlu membangun komunikasi dengan anggota kita. Mengenali karakteristik anggota akan membuat kita lebih mudah untuk mengarahkan mereka. Selain itu, kepercayaan kepada pemimpin juga dapat membantu tujuan dari kelompok dapat tercapai.

Setiap orang adalah pemimpin, minimal mereka memimpin diri mereka sendiri. Ketika kamu diberi kepercayaan untuk memimpin, percayalah bahwa kamu memiliki potensi untuk hal itu.

 

Sumber : percayasaja.com | Ren

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here