Beberapa waktu yang lalu, di Twitter heboh tentang seorang pria yang curhat mengenai pacarnya yang meminta dibelikan laptop seharga tiga belas juta rupiah, sementara penghasilan bulanannya tidak mencapai harga laptop tersebut. Dalam gambar berisi percakapan mereka, sang pacar berkata “Tau kan harus apa? Nggak perlu aku bilang?” Pria tersebut kemudian meminta maaf karena belum bisa mengabulkan permintaan sang kekasih. Ia meminta agar kekasihnya bersabar. Lebih lanjut diketahui bahwa ia baru saja membelikan skincare hingga habis tiga juta rupiah.

Warganet Twitter kemudian heboh dan menyebut bahwa pria tersebut berada dalam hubungan yang toxic. Sebenarnya, bagaimana hubungan toxic tersebut?

Ada banyak ciri yang bisa membuat sebuah hubungan disebut hubungan yang toxic. Hubungan toxic ini tidak hanya antar sepasang kekasih, tetapi juga bisa dalam hubungan persahabatan atau bahkan dalam keluarga lho!

Dituntut berkorban demi cinta

Jika dalam sebuah hubungan dituntut untuk selalu berkorban atas nama perasaan, tidak peduli bahwa permintaan tersebut salah atau bahkan merugikan, bisa dibilang bahwa hubungan tersebut merupakan hubungan yang toxic. Kalimat-kalimat seperti “memangnya kamu nggak sayang aku” biasanya menjadi senjata andalan.

Mengatur hidupmu atas nama cinta

Ia menuntut kamu untuk berdandan seperti orang lain yang membuat kamu tidak nyaman dan tidak menjadi dirimu sendiri untuk membuatnya senang. Ia mengendalikan dirimu dengan kalimat-kalimat seperti “aku ingin kamu menjadi yang terbaik.” Ingat, bahwa Tuhanlah yang paling tahu kehidupan kita yang terbaik. Yang terpenting adalah apa kata Tuhan, bukan kata manusia.

Dibuat merasa bersalah atau gaslighting

Ketika berargumen dengan pasangan, seringkali ia memutarbalikkan fakta dan membuat dirimu yang selalu salah termasuk dalam sebuah tindakan gaslighting. Ia memainkan perasaan emosional seseorang secara manipulatif. Misalnya, dia yang selingkuh kemudian menyalahkan dirimu karena kamu nggak perhatian, nggak peka dan sebagainya.

Mengancam

Biasanya ancamannya adalah melukai diri sendiri, sehingga seseorang akan merasa bersalah. Tindakan seperti ini juga termasuk dalam pemerasan emosional di mana seseorang dimanipulasi untuk menuruti kemauan dan keinginannya. Seringkali mengancam akan melakukan hal ekstrim yang dapat membahayakan dirinya dan orang lain.

Menuntut balas budi

Terkadang seseorang dimanipulasi dengan kebaikan, sehingga seperti ada hutang budi yang bisa dituntut ke pasangan. “Aku sudah kasih kamu ini dan itu, masa kamu nggak mau kasih aku ini?” adalah contoh kalimat yang bisa menjebak kamu dalam toxic relationship.

Hubungan yang toxic adalah hubungan yang tidak membangun diri kita menjadi lebih baik, atau bahkan menjauhkan kita dari Tuhan. Orang-orang yang masih bergelut dengan insecure akan mudah terjebak dalam hubungan-hubungan toxic seperti ini. Karena itu, ingatlah bahwa Tuhan mengasihimu apa adanya kamu. Engkau begitu berharga di mata Tuhan hingga Ia mengirimkan anakNya yang tunggal untuk menebus dosa kita.

Sumber : berbagai sumber | percayasaja.com | Ren

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here