Seringkali, kita sulit membedakan antara berkat dan kutuk yang diberikan oleh Tuhan. Manusia sangat rentan untuk terperangkap dalam penjara visual. Kita cenderung iri hati melihat milik orang lain yang kelihatan ‘wah’ dan berkesan. Tetapi, tidakkah kita tahu bahwa, semakin besar kekayaan yang dimiliki seseorang, semakin besar pula pengeluarannya? Bahwasanya orang-orang dunia bergerak bersama keterikatan dengan perjanjian dunia, tetapi mereka tidak akan dapat menerima apa yang disebut sebagai “special blessing” yang berasal dari Allah.

Bagaikan dua belalang yang serupa namun tidak identik, begitu juga dengan berkat dan kutuk. Mari kita tinjau bersama-sama dalam Yoel 2:18–27. Terdapat dua macam belalang yang diperkatakan oleh Tuhan dalam Perjanjian Lama, yakni belalang haram dan belalang halal.

Belalang Haram

Belalang haram merupakan jenis belalang yang digambarkan sebagai tulah yang dijatuhkan oleh Tuhan bagi rakyat Mesir. Selain sebagai tulah, belalang jenis ini merupakan ilustrasi Iblis, penghukuman, dan celah. Belalang haram memiliki tahap-tahap tertentu dalam mematikan benih-benih firman dalam hati manusia, antara lain sebagai berikut:

1. Belalang pindah

Tahap paling awal dari fase belalang haram yakni belalang pindah. Belalang ini memakan dedaunan terlebih dahulu, lalu mengambil tempat untuk beranak pinak di daun. Mengapa dinamakan belalang ‘pindah’? Hal ini dikarenakan bahwa, tidak selamanya manusia tidak percaya kepada Tuhan secara langsung. Seseorang bisa hidup dalam Tuhan dengan sangat tekun, namun kemudian pada satu titik, ketika motivasi dan fokusnya teralihkan dengan hal lain, jam-jam doa yang mulai tersisihkan, serta saat teduh yang tidak lagi memberikan gairah hidup dapat membuat seseorang yang awalnya berada dalam Tuhan ‘berpindah’ keyakinan. Belalang pindah membuka celah dengan mulai menggerogoti daun-daun kepercayaan dan telur-telur keraguan mulai muncul dalam dirinya.

2. Belalang pelompat

Belalang ini memakan batang tanaman dari keyakinan seseorang. Ketika hal ini terjadi, seseorang yang awalnya hidup dalam Tuhan mulai rapuh. Ia mulai tidak menyukai jam-jam doa yang biasa ia nantikan, tidak menyukai pelayanan, dan bahkan tidak lagi menyukai ibadah.

3. Belalang pengerik

Belalang jenis ini menyantap buah-buah yang seharusnya dihasilkan seorang yang percaya. Pelayanan-pelayanan yang dilakukan olehnya kini tidak menghasilkan buah-buah pertobatan, pelayanan, maupun jiwa-jiwa dalam kehidupannya. Ia tidak memiliki roh dan semangat Kristus dalam mengerjakan segala sesuatu.

4. Belalang pelahap

Belalang pelahap merupakan fase belalang muda. Ia menghabiskan akar sehingga seseorang tidak dapat berdiri tegap. Seperti kata pepatah, kita tidak dapat berdiri dan berjalan diatas dua perahu. Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan (Matius 6:24a). Pada tahap ini, seseorang sudah merasa tidak apa-apa jikalau tidak berdoa, tidak menjalankan pelayanan, maupun tidak beribadah sama sekali.

Belalang Halal

Maka dari itu, penting bagi kita untuk menemukan celah dalam diri kita masing-masing. Sampai tahap mana belalang haram itu merasuk dalam jiwa kita? Teriakkan dan mintalah pemulihan kepada Tuhan, maka Ia akan memberikan pemulihan yang dahsyat dalam hidup kita. Sekalipun kita telah berada dalam tahap terakhir dari fase belalang haram, masakan Ia tidak memberikan apa yang diminta oleh anak-Nya dengan penuh kesungguhan hati dan percaya? (Matius 7:11).

Namun demikian, selain belalang haram tersebut, terdapat apa yang disebut sebagai belalang halal. Berbeda dengan belalang haram, belalang jenis ini merupakan buah pertobatan dari seseorang yang dapat disajikan dengan harum di hadapan Tuhan. Ada janji yang Tuhan sediakan bagi umat-Nya yang benar-benar bertobat. Tuhan ingin memulihkan pelayanan Anda, terlebih-lebih pribadi Anda secara utuh. Hanya ketika Anda benar-benar kembali ke jalan yang benar inilah, Tuhan akan memulai pemulihan demi pemulihan dalam hidup Anda.

Ketika seseorang tidak lagi bergantung penuh kepada Tuhan, ia sedang tidak hidup dalam kasih karunia.

Oleh karenanya, kenalilah gejala-gejala ketika engkau mulai melangkah dalam perjanjian dengan dunia dan menjauh dari Allah. Dengan bertobat, Tuhan akan menyingkap tirai-tirai perkenanan-Nya dan menyediakan “special blessing” bagi mereka yang percaya.

Jikalau Tuhan telah memulai sesuatu, Ia akan mengakhirinya dengan baik, percaya saja, sebab Ialah permulaan dan akhir dari segala sesuatu di muka bumi ini.

Sumber : grahacmc.org

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here