“Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!” (Mazmur 51:10)

Suatu hari, sebuah Firman datang dari Tuhan kepada nabi Yeremia. Tuhan menyuruhnya pergi ke rumah seorang tukang periuk (penjunan) untuk melihatnya membuat bejana dari tanah liat. Saat Yeremia melihat tukang periuk itu membentuk dan memperbaiki tanah liat itu, ia memperhatikan sesuatu, “Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya” (Yeremia 18:4).

Setelah Yeremia melihat obyek pembelajaran itu, Tuhan memberinya sebuah pesan untuk bangsa Israel, “Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!” (Yeremia 18:6). Mungkin kita telah membuat kekacauan besar dalam hidup kita. “Bejana” kita telah rusak oleh karena keputusan buruk yang kita buat dan dampaknya. Akibatnya, hidup kita tidak berjalan seperti yang kita inginkan.

Kita adalah tanah liat dan Tuhanlah penjunan kita. Tuhan tidak membuang tanah liat yang rusak. Dia tidak akan pernah menyia-nyiakan rasa sakit yang telah kita alami.

Tuhan tidak menyingkirkan kepribadian kita dan esensi tujuan-Nya menciptakan kita. Sebaliknya, Tuhan menerima setiap bagian dari diri kita, yang baik dan yang buruk. Tuhan meletakkan itu semua ke dalam tangan-Nya yang lembut dan berkuasa. Setelah itu, Tuhan mulai memperbaikinya kembali dengan cara membentuk hidup kita. Tuhan memberikan tekanan di bagian-bagian yang tepat untuk membentuk kita kembali dan mengubah kita menjadi sebuah karya seni indah dan yang tak ternilai harganya.

Itulah yang terjadi ketika kita menyerahkan diri kita sepenuhnya ke dalam tangan kasih Tuhan.

Tuhan sangat ahli dalam awal yang baru. Hari ini, kita punya kesempatan untuk memulai awal yang baru. Mulailah dengan doa Raja Daud dalam Mazmur 51:10, “Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!”

Tidak pernah ada kata terlambat untuk mulai kembali. Bawalah apa pun kekacauan yang ada dalam hidup kita kepada Tuhan, Sang Penjunan Agung. Percayakan kepada-Nya untuk melakukan pekerjaan baru dalam hidup kita.

Tuhan Yesus memberkati.

 

Sumber : percayasaja.com | JFS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here