Salah satu hal yang mengubah hidup kita adalah keputusan kita sendiri

Seringkali hidup kita hari ini merupakan hasil keputusan-keputusan kita di masa lalu, seperti mau melanjutkan pendidikan atau bekerja, melanjutkan pendidikan di bidang apa dan di mana, akan menikah dengan siapa, dan lain sebagainya. Bagaimana cara kita mengambil keputusan? Ada keputusan-keputusan yang baik, tapi kadang kita juga membuat keputusan yang buruk. Tidak mengapa jika kita salah mengambil keputusan karena itu adalah bagian dari pembelajaran hidup.

Empat hal ini bisa menjadi patokan untuk kita mengambil keputusan.

Apakah akan mendekatkan saya pada tujuan saya?

Kalau kita akan pergi dari Surabaya ke Jakarta, jangan kita memesan tiket ke Bali. Meski bisa sampai, tetapi kita telah berkeliling jauh. Keputusan yang baik bukan berdasarkan apa yang kita inginkan, tetapi bagaimana hal itu mempengaruhi posisi atau keadaan di masa depan. Buat prioritas apa yang harus kita lakukan dan ambil keputusan berdasarkan hal tersebut.

Apa hal itu melanggar prinsip integritas?

Selain mendekatkan pada tujuan, hal ini juga harus kita pertanyakan. Kebohongan, kecurangan, manipulasi mungkin bisa membuat seseorang mencapai tujuan. Tetapi apakah bisa membuatnya berkata, “aku telah melakukan sesuatu yang baik dan benar?” Apa reaksi kita jika kita mengetahui seseorang melakukannya? Apakah kita akan marah? Jika kita saja akan marah jika mengetahui seseorang melakukannya, lantas apakah kita juga akan melakukannya?

Apa dampaknya pada keluarga dan teman-teman?

Ada orang-orang yang turut terdampak dengan keputusan kita dan seringkali mereka tidak dilibatkan dalam mengambil keputusan. Misalnya, anak seorang koruptor tidak dilibatkan saat ayah/ibu mereka memutuskan mengambil uang yang bukan milinya, tetapi mendadak nama ayah/ibu mereka keluar di berita. Teman-teman di sekolah dan para tetangga kemudian membicarakannya. Bagaimana perasaan mereka? Pikirkan dampak apa yang akan mereka terima ketika kita memutuskan melakukan sesuatu. Apakah mereka akan bangga ataukah mereka akan malu?

Apakah keputusan saya menjauhkan saya dari Tuhan?

Ada yang berpikir bahwa selama itu tidak mengganggu orang lain, berarti tidak masalah. Misalnya urusan seks bebas, selama mau sama mau dan keduanya sama-sama tidak memiliki pasangan, berarti tidak masalah. tapi apakah setelah itu ia bisa berdoa dengan tulus pada Tuhan? Apakah hati nuraninya tidak protes? Semua yang menjauhkan kita dari Tuhan akan mengusik nurani. Semua yang menjauhkan kita dari Tuhan tidak berharga untuk dilakukan. Apa gunanya bersenang-senang kalau kemudian kita akan dibebani rasa bersalah. Apa enaknya mendapatkan seluruh dunia tetapi kehilangan kesempatan untuk datang meminta pertolongan Tuhan?

Ketika kita sedang bimbang dalam mengambil keputusan, berdoalah dan bertanya kepada Tuhan, apakah keputusan kita tepat. Selalu ambil keputusan yang memprioritaskan kedamaian dalam diri kita.

Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui (Yeremia 33:3).

Sumber : Ester Idayanti | percayasaja.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here