Galatia 1:10 “Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.”

 

Di dalam kehidupan, kita harus menyenangkan hanya satu pribadi: Pencipta kita.

Kita hanya perlu menyenangkan Tuhan, yang menciptakan kita dan yang telah memberi tujuan buat hidup kita. Itu sangat menyederhanakan kehidupan ini! Yesus berkata, “Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku” (Yohanes 5:30). Pada intinya Yesus berkata, “Aku hidup untuk satu Penonton.”

Tahukah kita bahwa mencari perkenanan manusia ialah salah satu wujud penyembahan berhala?

Perintah pertama dalam Sepuluh Perintah Allah berbunyi, “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku” (Keluaran 20:3). Apa pun yang kita tempatkan di atas Allah adalah allah lain. Jadi, mobil bisa menjadi allah. Pekerjaan bisa menjadi allah. Pasangan bisa menjadi allah. Golf bisa menjadi allah. Apa pun yang menjadi nomor satu dalam hidup kita selain Allah, menjadi tuhan kita. Perintah kedua adalah, “Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi” (Keluaran 20:4). Apa pun yang menggantikan posisi Allah dalam hidup kita ialah berhala. Kesuksesan bisa menjadi berhala. Uang bisa menjadi berhala. Seks bisa menjadi berhala. Hubungan bisa menjadi berhala. Jika hubungan dengan pasangan, atasan, atau teman kita lebih penting daripada hubungan dengan Allah, maka itu adalah berhala kita.

Orang yang mengejar perkenanan manusia mempersilahkan pendapat orang lain menempati tempat pertama dalam hidup mereka. Pendapat itu menjadi tuhan apabila kita menjadikannya lebih utama daripada pendapat Allah.

Kita tidak ingin memberi tahu bahwa kita adalah seorang Kristen karena kita mungkin takut mereka akan merendahkan atau mengucilkan kita. Kita tidak ingin mereka tahu bahwa kita pergi ke gereja karena kita takut mereka tidak akan menyukai kita. Pada titik itulah, kita memilih allah lain dalam hidup kita. Kita telah membuat berhala untuk mengejar kesukaan orang lain.

Hampir semua orang ingin disukai. Dan memang, melakukan sesuatu untuk mengejar perkenanan manusia itu sangat menggoda. Namun, jangan lakukan itu apabila harus mengorbankan kehendak Allah. Sebagai hamba Kristus, kita memiliki satu Pendengar.

Kita hanya perlu menyenangkan hati Tuhan!

Tuhan Yesus memberkati.

 

Sumber : percayasaja.com | JFS