Dalam banyak hal di dunia ini, yang paling kuat, yang paling cantik, yang paling pandai, yang paling kaya dan lain sebagainya adalah sesuatu yang dicari. Orang-orang kemudian berusaha memberikan penampilan sesempurna mungkin, sehingga tak jarang mereka berpura-pura dan membangun citra yang sempurna. Kita seringkali diberi masukkan bahwa kelemahan adalah sebuah aib yang harus ditutupi dan tidak boleh kita tunjukkan. Padahal sebenarnya, merangkul kelemahan itu penting.

Kelemahan akan mendorong kita untuk berjaga-jaga

Seseorang yang sadar tidak lancar berbicara di depan umum, maka ia akan melakukan persiapan lebih dengan berlatih lebih keras. Seseorang yang tidak sepandai teman yang lain akan belajar lebih keras. Bukan tidak mungkin, kerja keras mereka menjadikan mereka memiliki kemampuan tersebut.

Kelemahan membuat kita menguatkan inner life

Kalau kita sadar bahwa kita memiliki kelemahan di luar, maka kita akan berupaya menggantikannya dengan kekuatan di dalam. Kecantikan yang di luar akan digantikan dengan kecantikan hati dan sikap yang terpancar ke luar.

Kelemahan akan membuat kita rendah hati

Seseorang yang tidak memiliki kelemahan tidak bisa memahami kelemahan orang lain, sehingga sulit membangun hubungan. Seorang pemimpin akan sulit membangun kekuatan tim jika menutup mata terhadap kebutuhan untuk pengembangan timnya dan cenderung merendahkan orang lain. Kelemahan akan menyadarkan kita bahwa kita membutuhkan orang lain dan betapa kita menghargai orang lain. Kita yang pernah melewati kelemahan dan berhasil mengatasinya akan lebih bisa menguatkan orang-orang yang memiliki kelemahan yang sama.

Ketika kita sakit, memiliki masa lalu yang sulit atau berjuang secara keuangan, kita bisa menguatkan orang-orang yang mengalami hal yang sama.

Kelemahan membuat kita sadar bahwa kita membutuhkan Tuhan

Tetapi jawab Tuhan kepadaku: ”Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.
2 Korintus 12:9

Ketika kita menyadari bahwa kita tidak mampu, kita akan menyadari bahwa satu-satunya jalan yaitu berdoa kepada Tuhan dan meminta pertolonganNya. Karena itulah, Tuhan mengijinkan manusia memiliki kelemahan, agar manusia bisa bergantung kepadaNya.

 

Sumber : Esther Idayanti