Di Indonesia, hari Ibu diperingati pada tanggal 22 Desember, tetapi secara hari ibu internasional diperingati pada hari Minggu kemarin, tepatnya tanggal 8 Mei. Dalam instagramnya, Esther Idayanti, menuliskan ada lima macam ibu untuk memperingati hari ibu.

Ibu yang perfeksionis

Ia mengontrol dan mementingkan penampilan, sehingga anaknya sangat kritis terhadap dirinya sendiri. Ia selalu khawatir akan penilaian orang lain dan memandang pendapat orang lain lebih penting dari pendapatnya. Memiliki ibu yang perfeksionis tidak selalu buruk, kita cenderung menjadi pekerja keras yang tangguh dan berkomitmen dalam membangun hubungan.

Ibu yang tidak bisa ditebak

Tidak bisa ditebak, emosinya naik turun dan mementingkan perasaan sehingga mengasuh anak berdasarkan mood. Pikirannya penuh dengan masalah-masalah yang dihadapi. Meski kelihatannya “berat,” dibesarkan ibu semacam ini membuat kita memiliki empati yang tinggi, sehingga kita memiliki keterampilan sosial yang baik dan juga mampu memberikan motivasi.

Ibuku sahabatku

Karena menganggap anak sebagai sahabat, terkadang sang ibu lupa bahwa ada batas yang tidak seharusnya ia lewati. Misalnya menjadikan anak sebagai teman curhat, sampai hal-hal yang tidak seharusnya, sehingga membebani anak. Sebagai anak, mungkin saja anak akan kehilangan figur ibu yang mengayomi, tetapi hal ini justru membuat anak bisa menjadi seorang pemimpin yang mengambil tanggung jawab.

Ibuku nomor satu

Sang ibu adalah pusat dari keluarga dan seringkali merasa insecure. Akibatnya, sang anak seringkali sulit dan ragu-ragu untuk mengambil keputusan karena terbiasa ditentukan dan pendapat ibu adalah yang terpenting. Meski demikian, sang anak bisa bertumbuh menjadi seorang yang setia, mampu mendukung dan memahami kebutuhan orang lain. Tak jarang juga menjadi orang yang dapat menyelesaikan berbagai masalah.

Ibu yang komplit

Sosok ibu yang diimpikan oleh banyak orang. Ia seorang ibu yang seimbang, dalam arti dapat melihat anaknya sebagai individu dan membantu mereka bertumbuh dan belajar untuk mandiri. Sang anak tumbuh dengan berani mengambil resiko, menerima perubahan dan tidak takut pada penolakan, sebab ia merasa aman, merasa dicintai dan dipahami dalam keluarga.

Ibu macam apapun yang kita miliki, kita ditempatkan Tuhan dalam sebuah keluarga dan tentunya ada rencana Tuhan di dalamnya. Tidak ada keluarga yang sempurna, tidak ada ibu yang sempurna, tetapi ia adalah ibu yang terbaik bagi kita yang pasti mencintai kita. Jangan lupa untuk doakan ibu kita ya!

Sumber : Esther Idayanti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here