Hari Senin, 22 Maret 2021 lalu, terjadi sebuah peristiwa menggemparkan di Jakarta, ketika tiba-tiba potongan tubuh seorang pria, yaitu bagian kaki, tiba-tiba jatuh menimpa terpal pedagang nasi goreng. Menurut CCTV apartment, pria tersebut ternyata melompat dari lantai 23 dari sebuah apartment. Diduga, ia bunuh diri karena masalah keuangan karena bermain saham.

Pada awal tahun 2021 kemarin, saham ANTM dikabarkan meningkat, bahkan melambung tinggi. Salah satu penyebabnya adalah karena proyek mobil listrik Tesla yang membutuhkan bahan baku dari barang-barang tambang yang dikelola oleh PT. Aneka Tambang, pemilik kode ANTM dalam bursa saham. Sejak saat itu, banyak orang, terutama generasi millenial melirik saham sebagai sumber penghasilan karena dinilai cepat menghasilkan keuntungan, alias cepat kaya.

Apalagi pada saat itu sedang populer drama dari negeri Ginseng “Start Up” yang salah satu tokohnya diceritakan menjadi kaya dalam waktu singkat karena saham. Mereka lupa bahwa saham adalah sesuatu yang fluktuatif atau cepat naik dan cepat turun, sehingga tidak sedikit juga dari mereka yang mengalami kerugian.

Saham adalah salah satu instrumen investasi. Ada banyak instrumen investasi selain saham, seperti deposito dan reksadana. Instrumen investasi ini memiliki tingkat resiko dan peluang cuan yang berbeda-beda, dari yang rendah hingga tinggi.

Semakin tinggi keuntungan yang didapat, semakin besar pula resiko kehilangan uangnya. Saham merupakan salah satu instrumen investasi dengan tingkat resiko yang tinggi. Artinya, dapat menghasilkan keuntungan besar dalam waktu singkat, tetapi juga dapat merugi besar dalam waktu singkat. Siap dapat sepuluh juta dalam waktu seminggu, harus siap kehilangan sepuluh juta dalam seminggu.

Ikut-ikutan Membeli Saham

Saat ANTM menjadi trending topic di mana-mana, banyak orang mulai melirik saham dan langsung membeli saham ANTM karena sedang populer. Akibatnya harga saham ANTM melambung tinggi karena banyak orang yang membelinya. Keberuntungan bagi orang-orang yang telah membelinya di harga rendah, langsung menjual beramai-ramai dan membuat harga saham ANTM kemudian turun anjlok dan mengakibatkan kerugian bagi orang-orang yang baru membelinya. Yang ingin untung, malah jadi buntung karena tidak memperlengkapi diri untuk belajar lebih dulu dan hanya sekadar ikut-ikutan.

Saham bukan cara cepat menjadi kaya

Warren Buffet, seorang investor dengan kekayaan $60.8 miliar, atau Lo Kheng Hong, investor kawakan Indonesia dengan kekayaan 2.5 Trilliun dari pasar saham, merupakan contoh mereka kaya karena pasar saham. Namun harus diingat bahwa kekayaan tersebut tidak didapat dalam waktu semalam. Mereka melakukan analisis lebih dulu sebelum membeli saham. Tentu saja mereka telah belajar begitu banyak sehingga mereka dapat mengambil keputusan tepat kapan harus ditahan, kapan harus dilepas dan kapan harus dibeli.

Memakai uang panas, bukan uang dingin, bahkan berhutang

Dalam dunia investasi, ada yang disebut uang panas dan uang dingin. Uang dingin artinya uang tersebut tidak akan digunakan untuk jangka waktu tertentu, sehingga jika suatu saat mengalami kerugian, tidak mengganggu siklus kehidupan. Sedangkan uang panas adalah uang yang digunakan untuk kehidupan sehari-hari.

Saat saham menjadi trending, banyak orang membeli saham dengan menggadaikan aset yang dimilikinya, bahkan berhutang dengan maksud mengubah nasib. Mereka berpikir bahwa harga saham yang dibelinya akan terus naik, padahal yang terjadi justru sebaliknya.

Tidak memiliki dana darurat

Seperti namanya, dana darurat adalah dana dingin yang dikhususkan jika ada keadaan darurat. Dana darurat tentu harus dipisahkan dari dana dingin yang diinvestasikan, karena kita tidak tahu kapan keadaan darurat tersebut terjadi dan tentunya kita ingin dana yang telah dikhususkan ini memiliki nilai yang tidak turun. Dana darurat idealnya adalah 6-12 kali pengeluaran dalam sebulan. Jika memiliki tanggungan, seperti orang tua atau anak, tentu dana darurat yang disediakan harus lebih banyak lagi.

Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.
1 Timotius 6:10

Menjadi kaya itu boleh, tetapi sudah siapkah kita untuk menjadi kaya? Banyak orang hanya berfokus mengumpulkan uang dan menjadi kaya, tetapi tidak mampu mengelolanya. Penting bagi setiap orang untuk belajar mengatur keuangan dengan baik. Jika kita dapat mengelola apa yang kita miliki dengan baik, Tuhan akan memberi tanggung jawab yang lebih besar pula.

 

Sumber : percayasaja.com | Ren

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here