Takut akan Allah membawa hikmat

Ada dalam Alkitab, “Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.” (Amsal 9:10)

Takut akan Tuhan adalah dasar bagi anak-anak Tuhan untuk mengikuti jalanNya, melayani Dia dan mengasihi Dia. Namun mengapa harus takut akan Tuhan?

Pada tahun 1994, seorang pendeta terkenal di Amerika bernama Jim Baker, dipenjara karena terbukti penggelapan dana. Tidak hanya itu, ia juga berselingkuh. Saat dipenjara, ada seorang pendeta lain yang mengunjunginya dan bertanya mengapa hal itu bisa terjadi dan apakah ia telah berhenti mencintai Tuhan? Sebab, Jim Baker sangat bersemangat dalam pelayanannya. Jim menjawab, “Saya tetap mencintai Tuhan, hanya saja saya tidak takut padaNya.”

Kita sendiri sebenarnya juga sering seperti itu. Kita berkata bahwa kita mencintai Tuhan, mungkin rajin beribadah, aktif melayani, tetapi kita tidak “takut” pada Tuhan hingga menjaga integritas hidup kita sesuai Firman Tuhan dan menghindari dosa.

 

Mencintai tanpa takut menghasilkan kehidupan yang seenaknya.

Perselingkuhan di dalam hubungan pernikahan seringkali masih mencintai pasangannya, bukan tidak mencintai pasangannya lagi. Demikian juga banyak orang menganggap Tuhan mencintai manusia apa adanya, termasuk dengan dosa-dosa dan perilaku menyimpang dari Firman Tuhan. Satu yang harus kita ingat, Tuhan adalah kasih, tetapi Dia juga hakim yang adil. Tuhan mengasihi dan mengampuni manusia, tetapi Ia juga Tuhan yang adil. Tuhan harus konsisten dengan aturanNya dan memberikan manusia upah sesuai perbuatannya. Apa pendapat kita jika seorang hakim membebaskan pembunuh dengan alasan ia adalah hakim yang penuh kasih? Kita pasti akan protes dan berkata, “Hakim itu tidak adil.”

Sementara takut tanpa cinta membuat seseorang akan selalu resah karena selalu menganggap Tuhan sangat mengerikan, yang mengejar-ngejar oang bersalah untuk memasukkan mereka ke neraka.

Padahal, takut akan Tuhan seharusnya bukan karena takut akan hukuman Tuhan, tetapi rasa kagum dan hormat yang besar karena Ia adalah Tuhan yang sangat berkuasa, pemilik hidup kita. Orang yang takut dengan Tuhan tanpa memahami kasih Tuhan, dengan mudah “diancam” oleh orang lain, “Kalau kamu tidak melakukan ini hukumnya neraka…” Ia akan melakukan semuanya demi menghindari neraka, termasuk hal-hal yang merugikan orang lain atau hal yang tidak masuk akal. Tuhan adalah hakim yang adil tapi Ia juga ayah yang penuh kasih.

 

Sumber : Esther Idayanti | percayasaja.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here