Persembahan buah sulung pertama kali tercatat di kejadian 4:4 yang dilakukan oleh Habel saat Ia memberikan persembahan. Tuhan mengindahkan dan berkenan atas persembahan yang diberikan Habel. Ibrani 11:4 memberikan penjelasan lebih dalam yaitu persembahan yang Habel berikan didasari oleh Iman sehingga Ia mempersembahkan korban yang jauh lebih baik dari yang kain persembahkan. Tuhan berkenan atas persembahan sulung yang diberikan. Kitab keluaran 13:2 “Kuduskanlah bagi-Ku semua anak sulung, semua yang lahir terdahulu dari kandungan pada orang Israel, baik manusia maupun pada hewan, Akulah yang empunya mereka” ayat ini menunjukan bahwa Tuhan berkenan atas persembahan sulung.

Atas dasar persembahan akan buah sulung, beberapa gereja memberikan pengajaran mengenai persembahan buah sulung bagi jemaat yang baru pertama kali bekerja untuk memberikan gaji pertama mereka sebagai persembahan buah sulung. Buah sulung bisa juga dari gaji awal tahun.

Pada dasarnya tidak ada yang salah mengenai persembahan. Namun jika memberikan persembahan dengan harapan bahwa Tuhan akan menggantinya berlipat kali, itu adalah pengajaran yang tidak benar. Persembahan tidak boleh bersifat transaksional, persembahan harus lahir dari hati yang rela dan mengasihi. Tuhan. Persembahan buah sulung tidak boleh menjadi sebuah ketetapan, ada banyak penyimpangan yang terjadi apabila persembahan buah sulung ditetapkan atau diajarkan terus menerus kepada jemaat.

Tuhan lebih melihat ketaatan seseorang dibandingkan persembahan yang Ia berikan.

Hal ini tertulis dalam 1 Samuel 15:22 “Apakah Tuhan itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengar suara Tuhan? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.” Tuhan berkenan atas persembahan, namun Ia lebih berkenan terhadap ketaatan. Melalui kisah Saul memberikan pembelajaran sikap hati sangat penting dalam memberikan persembahan dihadapan Tuhan.

Persembahan buah sulung merupakan ucapan syukur atas hasil panen yang bangsa Israel peroleh Bilangan 18:12-14, Segala yang terbaik dari minyak, anggur dan gandung yakni hasil pertama dipersembahkan kepada Tuhan.

Persembahan penting bagi Tuhan, namun lebih penting lagi adalah sikap hati

Dalam perjanjian baru, diceritakan ada seorang janda yang mempersembahkan dua keping uang. Tuhan Yesus berkata bahwa ia memberi lebih banyak dari apa yang orang lain berikan.

Tidak ada yang salah dalam memberikan persembahan sulung, namun yang terpenting adalah harus didasari kerelaan dan sikap hati yang benar dihadapan Tuhan dan bukan merupakan keharusan. Memberi persembahan sulung atau tidak Tuhan akan tetap memberkati anak-anakNya, sebab kasihNya sempurna. Namun bukan berarti seseorang tidak boleh memmberikan persembahan, jika memberi pastikan sikap hati benar dan dalam pimpinan Roh Kudus, persembahan juga sebagai bentuk ucapan sykur dihadapan Tuhan.

Tuhan Yesus Memberkati.

 

Sumber : percayasaja.com | RY