Seekor anak anjing terkadang berputar-putar untuk mengejar ekornya sendiri. Mereka mengenali tubuh mereka sendiri dan bermain dengan hal itu. Walaupun ia berputar-putar dengan secepat kilat hingga lelah, anak anjing tidak pernah berhasil mengejar dan menangkap ekornya. Demikian juga dalam kehidupan kita, ada beberapa hal yang sia-sia untuk dikejar.

Perhatian

Di era sosial media saat ini, ada beberapa orang berusaha keras mendapatkan perhatian dari orang lain. Berganti status tiap beberapa menit, mengunggah banyak foto, dan juga memiliki akun di setiap platform media sosial. Ada yang mencari perhatian dengan menjadi seunik mungkin, mengenakan dandanan aneh dan tidak biasa dan lain sebagainya. Ada yang nyinyir dan galak agar diperhatikan.

Memang tidak salah dan tidak dosa, tetapi apakah itu perlu? Jika mencari perhatian memiliki tujuan, seperti promosi bisnis, iklan produk, atau bahkan untuk memperkenalkan kebenaran Firman Tuhan, maka hal itu menjadi penting.

”Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. ”Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.
1 Korintus 10:23

Cara untuk menarik perhatian yang paling efektif adalah dengan memberi perhatian kepada orang lain. Ketika kita memperlakukan orang lain sebagai seorang yang penting, lebih penting dari kita, maka mereka tentu akan tertarik kepada kita.

Ketenaran

Orang sangat ingin mendapatkan ketenaran dan popularitas. Namun menjadi seorang yang terkenal memiliki tanggung jawab besar. Tidak jarang orang mengabaikan nilai-nilai dalam dirinya hanya untuk mendapat ketenaran. Ada yang menjatuhkan dirinya sedemikian rupa untuk dihina orang-orang. Ada yang membangun citra dirinya sedemikian rupa yang sangat jauh berlawanan dengan dirinya sebenarnya. Ketenaran yang dicapai dengan cara-cara demikian tidak akan bertahan lama.

Cinta

Ada orang yang gigih dan ngotot untuk mengejar cinta. Namun, semakin dikejar, cinta justru semakin jauh, dan semakin galaulah ia. Percuma mengejar cinta, jika memang kita bukanlah prioritasnya. Daripada sibuk mengejar cinta, lebih baik untuk mengejar apa yang menjadi kerinduan Tuhan, mimpi-mimpi Tuhan dalam hidup kita, karena kita tidak diciptakan hanya untuk menikah dan beranak cucu memenuhi bumi. Tuhan akan mempertemukan kita dengan cinta ketika kita telah siap. Biarlah orang jatuh cinta pada kita karena semangat, impian dan karakter kita. Hidup dapat tetap penuh makna dan bahagia tanpa cinta dari seseorang yang sebenarnya tidak tepat. Cinta yang tidak tepat bukan memberi kebahagiaan, namun memberi duka.

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
Matius 6:33

Tidak ada yang lebih baik untuk dikejar selain mengejar perkenanan Tuhan. Ia akan memberikan segala yang terbaik untuk kita ketika kita sudah siap. Tuhan akan memberikan tuntunan-tuntunanNya yang mungkin tidak pernah kita pikirkan sebelumnya. Kejarlah apa yang menyukakan hati Tuhan, ketika Tuhan berkenan pada seseorang, yang terbaik pasti akan Tuhan berikan dalam hidupnya.

Sumber : Esther Idayanti | Percayasaja.com