Masih ingatkah kamu dengan Ice Bucket Challenge yang sempat heboh pada tahun 2014 lalu? Banyak orang, termasuk selebriti di seluruh dunia mengikutinya dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis).
ALS, yang juga dikenal sebagai penyakit Lou Gehrig, adalah salah satu gangguan saraf-saraf motorik; Dimana sel-sel di dalam otak dan sumsum tulang mati secara perlahan sehingga mengakibatkan kelumpuhan. Penderita penyakit ini secara bertahap akan kehilangan kemampuan untuk menggerakkan anggota tubuh, makan, berbicara, bahkan tidak bisa bernapas tanpa bantuan.
Salah satu pencetus Ice Bucket Challenge tersebut meninggal setelah tujuh tahun berjuang.
Patrick Quinn meninggal di usia ke 37 pada hari Minggu. Ia menciptakan tantangan Ice Bucket Challenge yang viral pada tahun 2014 di media sosial seluruh dunia bersama kedua temannya, Peter Frates dan Anthony Senerchia yang telah meninggal lebih dulu karena penyakit tersebut.
Ice Bucket Challenge adalah sebuah tantangan untuk menyiramkan seember air es ke kepala teman mereka atau kepala mereka sendiri.
Tantangan ini bermaksud untuk meniru apa yang dialami pasien ALS. Tujuan adanya tantangan ini adalah untuk mengumpulkan dana untuk penelitian penyakit ALS yang kekurangan dana. Peserta tantangan akan menyebutkan nama teman-teman mereka untuk berpartisipasi dan kemudian menyumbang untuk penelitian ALS.
ALS merupakan salah satu penyakit langka yang menerima sedikit dana penelitian karena hanya sekitar 5.000 orang di Amerika Serikat yang didiagnosis mengidapnya setiap tahun. Sampai saat ini, belum ada obat yang diketahui dan penyebab penyakitnya tidak diketahui.
Patrick Quinn didianosa penyakit ALS tepat satu bulan setelah ulang tahunnya yang ke 30 pada tahun 2013. Ia mengunggah foto dirinya di rumah sakit ke media sosial Twitternya pada tanggal 20 November, dua hari sebelum ia meninggal, dengan harapan ia dapat segera kembali pulang ke rumah setelah mengalami kesulitan bernafas.
Menruut Pusat Pengendalian Penyakit di AS, sekitar 20.000 orang menderita penyakit Lou Gehrig ini. ALS disebut juga sebagai penyakit Lou Gehrig di AS setelah pemain baseball terkenal di negara tersebut meninggal, tiga tahun setelah didiagnosa. Biasanya, penyakit ini menyerang orang-orang berusia antara 40 hingga 70 tahun. Asosiasi ALS mengatakan bahwa harapan hidup adalah tiga tahun setelah diagnosis.
“Ice Bucket Challenge seperti sebuah tinjuan manis ke ‘rahang’ ALS dan mengguncangnya,” kata Quinn kepada kerumunan orang di Boston pada 2019, lima tahun setelah Ice Bucket Challenge. “Tapi pertarungan ini belum berakhir. Kita perlu memberantas penyakit ini.”
Sumber : thechristianpost.com




