“Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.” (Roma 6:13)

 

Tidak ada sukacita yang lebih besar selain dipakai oleh Tuhan untuk melakukan misi yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Tidak ada yang menandingi perasaan saat kita menyadari, “Ini dia! Ini alasan saya hidup. Saya mengerti sekarang.” Jika kita tidak pernah merasakannya, berarti kita sedang melewatkan sesuatu. Tujuan hidup ini bukanlah untuk sekolah, mendapat pekerjaan, menghasilkan uang, dan pensiun sebelum kita meninggal. Hidup kita jauh lebih penting daripada karir kita. Kita diciptakan untuk tujuan yang kekal.

Alkitab berkata, “Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran” (Roma 6:13). Namun yang jadi masalah adalah, banyak orang sebenarnya takut jika Tuhan tidak akan pernah bisa memakai hidup mereka. Beberapa orang merasa tidak layak oleh karena dosa dan kesalahan masa lalu mereka. Sementara yang lainnya merasa tidak memenuhi syarat karena merasa tidak memiliki pendidikan, bakat, atau latar belakang yang tepat.

Mungkin kita sedang merasakan salah satu dari dua perasaan itu, merasa tidak layak atau merasa tidak mampu. Tetapi lihatlah kehidupan Rasul Paulus, bagaimana Tuhan memakai dia untuk melakukan perkara-perkara yang di luar pikiran kita.

Tuhan pun ingin melakukannya pada kita. Tidak seorang pun dalam sejarah yang dipakai oleh Allah sebegitu luar biasa, selain Paulus. Paulus hampir bisa dibilang seorang diri dalam menyebarkan Kekristenan ke seluruh Kekaisaran Romawi. Dia merintis gereja-gereja di mana-mana, menulis sekitar setengah isi Perjanjian Baru, dan hidup untuk menyenangkan Tuhan. Tetapi tahukah Anda apa yang Paulus lakukan sebelum ia menjadi pengkhotbah, pendeta, dan pendiri gereja-gereja? Dia adalah seorang tentara anti-Kristen. Dia datang dari desa ke desa menganiaya orang-orang Kristen, memasukkan mereka ke dalam penjara. Paulus adalah kebalikan dari orang-orang yang menurut kita akan dipakai Tuhan.

Paulus menulis, “Sebab kamu telah mendengar tentang hidupku dahulu dalam agama Yahudi: tanpa batas aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya. Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya, berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi,” (Galatia 1:13, 15-16).

Masa lalu adalah masa lalu. Itu tidak mendiskualifikasi kita untuk dipakai oleh Tuhan. Masa lalu kita tidak menyebabkan kita tidak memenuhi syarat. Tuhan telah memilih kita dan memanggil kita, dan Dia ingin memakai kita hari ini hanya oleh karena “kasih karunia-Nya yang luar biasa.”

Masa lalu kita bukan penghalang masa depan kita.

Tuhan Yesus memberkati.

 

Sumber : percayasaja.com | JFS