Penginjil Anne Graham Lotz, putri dari penginjil Billy Graham, membagikan sebuah kisah yang benar-benar mengharuskannya begantung kepada Tuhan.

Dalam lima tahun terakhir, ia kehilangan suaminya, Daniel Lotz dan ayahnya, Billy Graham. Ia juga harus menghadapi peperangannya sendiri melawan kanker payudara.

Melalui semuanya, penulis bukuĀ The Daniel Prayer tersebut mengatakan bahwa ia diajar untuk berserah dan bergantung kepada Tuhan. Ia berkata bahwa memiliki hubungan dengan Roh Kudus adalah kunci untuk bisa melewati berbagai masalah.

Memiliki hubungan dengan Roh Kudus adalah kunci untuk bisa melewati berbagai masalah

“Kita sedang melalui masa di mana seluruh dunia diubah sedemikian rupa dan saya percaya bahwa ini waktunya melihat ke atas. Ini saatnya untuk melakukan sesuatu yang benar bersama Tuhan,” kata Anne Graham Lotz.

Ia menganggap pandemi COVID-19 sebagai awan yang sangat gelap, tetapi selalu ada hikmah di tengah badai.

Dampaknya sangat kuat, segala tempat, keluarga-keluarga, bisnis-bisnis, olahraga-olahraga, ke segala bidang ekonomi, semua gereja, semua fasilitas kesehatan, semua aspek kehidupan. Ini semperti melenyapkan pandangan kita terhadap kebebasan, kedamaian, dan sukacita. Kecepatan badai ini sangat menakjubkan sampai tidak dapat berkata-kata.”

Melalui siaran 700 Club, Anne Graham mengingatkan bahwa Tuhan ada bersama-sama dengan kita. “Alkitab berkata bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Saya pernah menghadapi kematian di empat tahun terakhir, tetapi saya tidak pernah kehilangan damai sejahtera dan tidak pernah kehilangan sukacita. Dan alasan satu-satunya adalah karena hubungan yang konstan dengan Roh Kudus.”

Konsistensi adalah kunci

Anne Graham Lotz menantang setiap orang yang percaya untuk mengambil waktu setiap hari membaca Alkitab dan menyediakan waktu untuk berdoa.

“Kamu akan mendapat kedamaian dalam hatimu, apapun yang terjadi,” katanya, “imanmu akan bertumbuh menjadi lebih kuat, hubunganmu dengan Tuhan akan menjadi lebih dekat. Itulah titik terang yang dapat kita ambil.

“Ini dapat menjadi momen di mana Tuhan akan membangkitkan gerejanya dan membawa kita kepada titik yang dinamakan kebangunan rohani,” imbuhnya.

Sumber : cbn.com