Situasi pandemi di Indonesia telah terkendali dengan baik. Kasus COVID-19 di Indonesia telah turun drastis selama dua bulan terakhir. Namun demikian, pemerintah tetap waspada menjelang akhir tahun Desember nanti. Presiden Joko Widodo telah mengingatkan jajarannya untuk bersiap menghadapi gelombang tiga pada Desember nanti, menjelang libur Natal dan Tahun Baru.
“Bapak Presiden juga mengingatkan perlu disiapkan prokes (protokol kesehatan) dan juga protokol terkait dengan kegiatan Natal dan Tahun Baru nanti. Hal ini akan terus kami dalami dan kami akan sampaikan,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto setelah menghadiri Rapat Terbatas Evaluasi PPKM bersama Presiden Jokowi pada hari Senin, 18 Oktober 2021 lalu.
Juru Bicara Satgas COVID-19 mengatakan bahwa mereka tengah menyusun strategi untuk mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 menjelang liburan akhir tahun. Agenda tersebut di antaranya adalah menggenjot vaksinasi di daerah-daerah, terutama golongan lansia dan anak-anak, serta tetap memberlakukan PPKM dan terus memperbarui aturan sesuai kondisi di lapangan.
“Kami menghimbau agar seluruh masyarakat patuh karena kita masih berjaga-jaga terhadap kemungkinan gelombang ketiga yang terjadi pada Natal dan Tahun Baru yang akan datang. Kita harus berhati-hati,” kata Luhur Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.
Selain itu, pemerintah telah secara resmi menghapus cuti bersama Natal dan Tahun Baru akhir tahun 2021 nanti.
Karena tanggal merah 25 Desember dan 1 Januari jatuh di hari Sabtu, pemerintah berharap dengan menghapus cuti bersama, dapat mengurangi mobilitas masyarakat karena tidak dapat mengambil libur panjang sehingga risiko penyebaran COVID-19 dapat ditekan agar tidak menimbulkan gelombang ke tiga. Pemerintah juga mengimbau agar masyarakat tidak membuat rencana berpergian di masa tersebut.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga bersiap menghadapi gelombang 3 COVID-19 menjelang akhir tahun. Bekerja sama dengan perusahaan farmasi asal Amerika Serikat, pemerintah berupaya mendatangkan obat COVID-19, Molnupiravir. Hingga saat ini, kesepakatan telah mencapai tahap final dan direncanakan akhir tahun ini tiba di Indonesia. Obat Molnupiravir diklaim mampu mengurangi risiko kematian hingga 50%. Selain itu, ada obat Proxalutamide yang telah mencapai uji coba klinis ketiga dan berada di bawah pengawasan BPOM.
Sebagai masyarakat yang baik, mari kita mendukung pemerintah dengan menaati aturan dan imbauan yang diberikan pemerintah, serta jangan lupa untuk senantiasa mendoakan pemerintah agar senantiasa diberikan hikmat untuk mengambil keputusan terbaik dalam menghadapi pandemi COVID-19.
Sumber : berbagai sumber




