“Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.” (Yakobus 5:11).

 

Pertanyaan besar yang ditanyakan semua orang saat ini adalah, “Kapan segalanya akan kembali normal?” Tetapi, saya ingin bertanya kepada Anda, apa yang akan Anda lakukan jika segalanya tidak kembali normal?

Jawabannya sederhana. Jangan menaruh pengharapan kita pada sesuatu yang tidak kekal, seperti pemerintah. Jangan percaya pada media atau selebriti. Sebaliknya, taruhlah pengharapan kita kepada Tuhan.

Mengapa harus kepada Tuhan?

Sebab Tuhan tahu akhir ceritanya. Kita tidak perlu mengetahuinya, sebab hanya Dia yang tahu. Dia memegang masa depan. Kisah Ayub mengajarkan kita hal ini. Bayangkan menjadi Ayub ketika segala yang ia miliki direnggut darinya. Dia tidak tahu akan masa depannya. Dia tidak tahu bahwa pada akhirnya Tuhan akan memulihkan banyak hal. Namun, dia percaya kepada Tuhan. Tuhan menyatukan setiap detail kehidupan Ayub karena Dia peduli kepadanya. Dan Tuhan pun akan melakukan hal yang sama kepada kita.

Separah apapun kita telah mengacaukan awal cerita kita; percayalah bahwa Tuhan akan mengurus setiap detailnya, kemudian lihat bagaimana Tuhan menyatukan semuanya di akhir cerita kita. Bahkan, Tuhan sudah tahu bagaimana akhir dari cerita kita.

Masalahnya, ini semua adalah cerita Tuhan dan Dia menciptakan kita untuk menjadi bagian yang unik dan signifikan dari cerita tersebut. Itulah mengapa kita harus mengimani bahwa Dia sedang bekerja memelihara kita dan memberikan kita masa depan yang baik. Berulang kali Tuhan berkata dalam Alkitab bahwa suatu hari Dia akan memberi upah atas iman kita. Kitab Yakobus mengatakan: “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.” (Yakobus 1:12).

Apapun yang kita alami saat ini, Tuhan telah berjanji untuk bekerja dalam segala sesuatunya untuk mendatangkan kebaikan. Dan itulah alasannya berpengharapan dan alasan untuk percaya kepada-Nya dengan setia.

Tuhan Yesus memberkati.

 

Sumber : percayasaja.com | JFS