Rumah ibadah mulai dibuka pada bulan Juli ini setelah ditutup demi mencegah penyebaran COVID-19. Namun, nampaknya rencana pembukaan tersebut masih kurang tepat, mengingat angka orang-orang yang terkonfirmasi COVID-19 masih tinggi di Indonesia.
Begitu pula yang dilihat oleh Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia (Menko PMK). Ia meminta masyarakat tidak berlama-lama berada di ruang tertutup, termasuk dalam tempat ibadah. Ia juga menghimbau kepada pemimpin agama untuk mempersingkat ibadah, beserta khotbahnya.
“Saya menghimbau agar khotbah shalat Jumat atau ibadah lain dipersingkat, termasuk bacaan yang biasa panjang, diperpendek. Jangan sampai droplet tidak segera keluar dari ruangan,” kata Muhadjir.
Baru-baru ini, WHO juga telah mengkonfirmasi bahwa virus COVID-19 dapat menular juga lewat udara. Menurut laporan, virus ini dapat bertahan selama 8 jam tanpa inang di udara.
Sebelumnya, WHO mengatakan bahwa virus COVID-19 tidak dapat ditularkan melalui udara, namun ia dapat menempel pada benda-benda mati lainnya. Muhadjir mengingatkan bahaya penularan virus yang bisa terjadi melalui udara dan pentingnya penggunaan masker.
“Kita bisa bayangkan berapa juta atau miliar virus COVID-19 berterbarangan, kemudian orang kalau tidak pakai masker dapat menghirup itu dan bisa menjadi sumber mikro droplet,” katanya.
Masyarakat Indonesia memerlukan edukasi mengenai COVID-19 ini terus menerus. Banyak orang yang masih menganggap bahwa ini merupakan masalah sepele atau hanya sebuah konspirasi belaka.
Namun, virus ini benar-benar ada dan nyata. Karena itu ia meminta Muhadjir juga meminta bantuan semua pihak, termasuk pemimpin dan tokoh-tokoh agama untuk terus mengedukasi mengenai virus COVID-19 dan pencegahannya.
Presiden Jokowi juga terus mengimbau untuk terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Sosialisasi bukan hanya pekerjaan pemerintah, melainkan semua pihak, baik itu para ilmuwan hingga tokoh agama. Sosialisasi diharapkan dapat disampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti masyarakat.
Penularan COVID-19 yang terjadi di Indonesia kebanyakan disebabkan oleh orang-orang yang terpapar COVID-19, namun tidak menunjukkan gejala apapun. Sehingga ia merasa bahwa dirinya sehat, namun sebenarnya ia telah terpapar dan dapat menularkan virus tersebut kepada orang lain.
Sumber : berbagai sumber | percayasaja.com




