Tuesday, January 28, 2025
Home Articles Way Maker, Lagu Rohani yang menjadi “Quarantine Anthem” di Masa Covid-19

Way Maker, Lagu Rohani yang menjadi “Quarantine Anthem” di Masa Covid-19

690
0

You are waymaker, miracle worker, promise keeper
Light in the darkness…
My God, that is who You are

Sepenggal lirik di atas adalah lagu yang menjadi quarantine anthem sejak virus corona mulai menyebar ke berbagai negara yang berjudul Waymaker. Lagu ini pertama kali dipopulerkan oleh Osinachi Kalu Okoro Egbu, seorang worship leader sebuah gereja pantekosta, yang dikenal sebagai Sinach.

Lagu ini memuncakki top chart di bulan pertama pandemi virus corona baru atau COVID-19. Saat gereja di Amerika ikut menyuarakan pendapatnya atas kematian George Floyd, lagu ini juga dinyanyikan oleh para demonstran yang berbaris untuk keadilan rasial, menyerukan kepada Tuhan sebagai “way maker, miracle worker, promise keeper, light in the darkness.”

Waymaker sebenarnya dibuat sejak tahun 2015 lalu oleh Sinach dan telah ditonton lebih dari 151 juta kali. Namun, lagu ini mendapatkan perhatian di Amerika dan di dunia saat Michael W. Smith merilisnya sebagai single.

Sinach berasal dari Nigeria. Ia adalah worship leader di sebuah gereja pantekosta dan merupakan penyanyi Gospel Afrika pertama yang melakukan tur di India. Sinach berkata bahwa “Waymaker adalah sebuah lagu untuk mengingatkan kembali akan pengharapan di dalam Tuhan, mengembalikan iman bagi banyak orang yang tertekan. Untuk saat ini, di mana banyak orang yang tertekan karena pandemi.”

Lagu ini telah diterjemahkan dalam 50 bahasa. Walaupun pada saat Smith menyanyikan lagunya, banyak orang yang mengeluh karena khawatir kredit Sinach dicuri, namun Sinach tidak peduli. Dalam sebuah wawancara dengan CNN Afrika, Sinach mengatakan ia senang ketika seniman lain memperkenalkan karyanya kepada penggemarnya.

Saat ini, negara Nigeria sendiri sedang diserang oleh kelompok Islam ekstremis bernama Boko Haram. Hari Selasa pekan lalu, kelompok ekstremis ini menyerang sebuah desa di negara bagian Borno, dan mengakibatkan sedikitnya 81 orang meninggal dengan sejumlah lainnya yang luka-luka. Dan pada hari Sabtu pagi kemarin, kelompok ini kembali menyerang di negara bagian Borno, Nigeria dan mengakibatkan 30 orang meninggal dalam serangan tersebut.

Sumber : berbagai sumber | christianity today | percayasaja.com

WhatsApp Support
Shalom kak, Kami menyediakan layanan Konseling dan Doa.