Apa yang akan kita lakukan ketika kita jatuh dalam peperangan kehidupan kita. Atau sebaliknya, saat keadaan kita begitu nyaman, apa yang biasa kita lakukan? Banyak orang tidak menyadari bahwa pasif adalah musuh terselubung yang tanpa kita sadari, sangat berbahaya bagi gereja-gereja, maupun kehidupan rohani kita.
Roh pasif membuat kita tidak merespon dengan cepat dan tepat terhadap perintah yang diberikan Roh Kudus kepada kita. Kita menunda-nunda apa yang Tuhan perintahkan pada kita dan akhirnya kita kehilangan banyak momen dan kesempatan yang luar biasa dari Bapa. Banyak pekerjaan dan kepentingan Bapa menjadi tertunda karena roh pasif ini.
Ciri-ciri orang yang memiliki roh pasif :
- Cuek dan tidak melakukan apa-apa tanpa disuruh
- Malas bergerak, tidak giat, lamban, mati rasa, kebal dengan perintah Tuhan dan Firman-Nya
- Tetap menunggu, menunda-nunda, tidak inisiatif untuk melayani
- Tidak ada usaha apa-apa mengahadapi suatu masalah, pasrah yang negatif
Hal-hal yang membuat seseorang memiliki roh pasif :
- Hubungan yang tidak kuat dan mendalam dengan Tuhan. (Kel 32:1)
- Terlalu TERBIASA dengan hal-hal rohani. (Matius 15:6b)
- TIDAKTAAT (Wahyu 3:16)
- KELELAHAN ( 1Raja-raja 19:1-4)
- KECEWA dan PAHIT. (Hakim-hakim 11:1-11)
- KEKUATIRAN atau ENYAMANAN hidup. Matius 13:22, Matius 6:21
Pada suatu waktu, Raja Daud berdiam diri di Yerusalem dan berjalan-jalan santai dalam istananya. Kemudian ia melihat seorang perempuan sedang mandi yang membuatnya jatuh dalam dosa perzinahan yang berujung pada dosa pembunuhan. Sebenarnya saat itu adalah musim perang seperti yang dikutip dalam ayat berikut :
Pada pergantian tahun, pada waktu raja-raja biasanya maju berperang, maka Daud menyuruh Yoab maju beserta orang-orangnya dan seluruh orang Israel. Mereka memusnahkan bani Amon dan mengepung kota Raba, sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem. Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya.
2 Samuel 11:1-2
Ada tindakan Daud yang tidak seharusnya, bersantai di waktu pasukannya sibuk berperang. Mungkin istirahat di petang hari merupakan wujud dari roh pasif yang sedang mencengkeramnya. Ia berbaring hingga petang. Daud membiarkan roh pasif membekukan semangatnya untuk berperang dan melimpahkan peperangan kepada Yoab. Sejak saat Daud menerima roh pasif ini dan membiarkannya, pertahanan rohaninya mulai melemah hingga hati nuraninya lumpuh untuk merebut istri dari prajurit yang begitu setia kepadanya, bahkan membunuhnya secara tak langsung.
Rasa malas raja Daud sebenarnya adalah bagian dari serangan rohani yang begitu rapi hingga tidak disadari oleh Daud. Serangan terbesarnya adalah Batsyeba yang mandi di tempat yang terlihat oleh Raja Daud. Jika saja raja Daud ikut berperang dengan pasukannya yang lain, tentu ia tidak akan melihat Batsyeba mandi dan tidak akan terjadi perzinahan dan pembunuhan. Kenyamanan dan kemalasan membuat celah pada raja Daud.
“TUHAN keluar berperang seperti pahlawan, seperti orang perang Ia membangkitkan semangat-Nya untuk bertempur; Ia bertempik sorak, ya, Ia memekik, terhadap musuh-musuh-Nya Ia membuktikan kepahlawanan-Nya.”
Yesaya 42:13
Apakah semangat ini ada di dalam hati Anda? Adakah seruan perang itu di dalam diri Anda? Jika Anda lahir baru, seruan itu ada di dalam diri Anda, seruan untuk mengalahkan kegelapan dan menyatakan kebenaran dengan radikal? Kita tidak akan pernah berhasil menjadi pemenang tanpa memiliki seruan perang dari Allah di dalam roh kita. Jangan lagi menolak panggilan untuk berdoa; kita harus merangkul realitas peperangan rohani; kita harus berperang dengan perlengkapan perang yang telah disediakan oleh Allah buat kita, baik untuk diri kita sendiri maupun untuk mereka yang kita kasihi.
Kita butuh seruan perang dari Bapa di surga dalam roh kita untuk menjadi pemenang. Jangan tolak panggilan untuk berdoa. Kita harus berperang! Tuhan telah persiapkan perlengkapan perang untuk kita, diri sendiri, juga mereka yang kita kasihi.
Kita harus berhati-hati dalam area kelemahan kita, itulah sasaran musuh kita. Bentuk serangannya tidak mudah untuk kita sadari. Karena itulah, jangan kita kendorkan penjaan kita dan bersantai ria. Musuh akan menyerang kita dengan roh pasif dan kita akan mendapati diri kita terjerat yang akan menghancurkan diri kita dan orang-orang di sekitar kita.
Berjaga-jagalah senantiasa karena hari semakin dekat.




