Penyanyi rohani kontemporer, Jamie Grace, menceritakan bahwa ia mengalami tindakan rasisme oleh pendetanya di sebuah gereja.
“Jika aku tahu Jamie Grace berkulit hitam sebelumnya, sudah pasti aku tidak akan membawanya ke sini,” tulisnya dalam media sosial. Ia mengatakan bahwa kata-kata itu didengarnya dari seorang pendeta yang berkata kepada seorang teman dalam timnya ketika mereka memasang spanduk foto Grace di lobi gereja.
Jamie Grace adalah salah satu penyanyi berkulit hitam yang sukses di musik rohani kontemporer. Musik Jamie Grace banyak dinikmati oleh orang-orang yang sebagian besar berkulit putih. Ia mengatakan setelah beberapa minggu ia menulis tentang rasisme, ia menyadari bahwa tidak semua teman dan pendukungnya menyadari bahwa rasisme masih ada.
“Rasisme berkembang pesat di banyak komunitas Kristen. Pertanyaan saya kepada ANDA adalah, apa yang akan Anda lakukan? Bagaimana Anda akan mencari hati Anda untuk memastikannya bebas dari diskriminasi? “ dia bertanya. “Bagaimana Anda akan secara aktif membesarkan anak-anak anti-rasis?“ dia melanjutkan.
Grace mengingatkan kepada pengikutnya untuk tidak merespon di media sosial, tetapi melakukan tindakan nyata, tidak hanya sekadar kata-kata.
“Tidak tahu bagaimana harus memulai? Jika kamu memiliki waktu kosong hari ini, tontonlah ‘When They See Us’ di Netflic. Jika kamu mempunyai sedikit waktu, cek “Live About It” atau “Anti-Racism” pada highlight di akun instragramku,” katanya.
Diskriminasi ras kembali mendapat perhatian setelah George Floyd, seorang pria berkulit hitam, meninggal dengan lutut seorang polisi berkulit putih di atas lehernya. Sejak itu banyak orang menjadi sensitif akan perbedaan ini dan mulai dengan berani mengeluarkan komentarnya atau membagikan pengalaman rasis yang mereka alami.
Jamie Grace adalah seorang penyanyi yang didiagnosis Tourette Syndrome, yaitu sebuah kondisi di mana gangguan yang menyebabkan penderitanya tiba-tiba melakukan gerakan atau ucapan berulang yang tidak disengaja dan di luar kendali. Ia berusia sembilan tahun saat pertama kali mendapat diagnosis tersebut. Grace sempat mengalami frustasi karena sindrom tersebut mengganggu kehidupannya, aktivitas menyanyinya dan bahkan kehidupan percintaannya. Jamie Grace telah menikah dengan Aaron Collins pada tahun 2018 lalu.
Sumber : christianpost.com




