Kesakitan karena sakit jantung dan batu empedu itulah yang dialami oleh Bapak Ketut Teken Atmaja dari Kendari, Sulawesi Tenggara. Bapak Ketut terpaksa harus dibawa ke Surabaya untuk menjalani proses perawatan jantung karena diketahui jantungnya terisi air yang banyak dia konsumsi.
Anak/Teti: “ Kita baru mengetahui sakit jantung papa saat papa mengetahui sakit kencing batu atau batu empedu, dia kesakitan setiap kali buang air kecil dan hal ini sudah berlangsung selama enam bulan, dokter menyarankan agar papa minum banyak air agar batu itu dapat keluar. Menanggapi saran dokter tersebut, papa sangat rajin minum air putih sebanyak-banyaknya dengan harapan batu empedu itu dapat keluar dengan sendirinya. Tetapi yang terjadi tidaklah demikian, semakin lama papa mengalami sesak di dadanya dan semakin parah. Kami sekeluarga memeriksakan papa untuk check up dan ternyata jantungnya sudah terisi oleh air yang terlalu banyak dikonsumsinya. Kami pun merasa dilema, papa harus menghentikan konsumsi air yang banyak untuk menjaga jantungnya yang sedang dirawat, tetapi bagaimana dengan batu empedu yang jika tidak dapat keluar lewat buang air kecil, akan dioperasi. Akhirnya kami memutuskan membawa papa ke Surabaya untuk dirawat.
Kakak/Bapak Edi : “ Setelah adik saya tiba di Surabaya, dokter yang merawat dia berkata bahwa jantungnya terlebih dahulu yang harus disembuhkan dengan cara perawatan medis, baru setelah satu bulan jika ada kemajuan, batu empedu akan dioperasi sesudahnya. Saya mendengar program radio CMC FM di Surabaya yang mengadakan acara kesembuhan Healing From Heaven. Saya mendengar begitu banyak kesembuhan dan mujizat yang terjadi dalam acara itu. Hal itu mendorong saya untuk menyuruh adik saya turut mengirimkan pokok doa untuk didoakan bapak pendeta Daniel sebagai pembawa acara kesembuhan tersebut.”
Kecewa karena Pokok Doa
Anak/Teti : “ saya mengirimkan pokok doa yang pertama kali lewat sms dan kami cukup kecewa. Mengapa pokok doa kami tidak dibacakan dan papa tidak didoakan sama sekali. Kami sekeluarga ribut karenanya. Tetapi Pak Edi berkata bahwa kami harus sabar, mungkin pokok doanya terlalu banyak dan waktunya tidak mencukupi. Setelah itu kami mengirimkan pokok doa kembali keesokannya dan pokok doa kamipun dibacakan dan didoakan secara langsung, kami sangat berharap Tuhan mau membuat mujizat bagi papa…”
Minum air dua gelas sehari??
Anak/Teti : “ Saat didoakan lewat radio, kamipun turut berdoa dengan iman. Bapak pendeta Daniel berkata bahwa dia mendapatkan rhema dari Tuhan untuk memberikan kepada papa air putih sebanyak dua (2) gelas setiap pagi. Saat kami mendengar hal itu, kamipun terkejut dan bimbang. Papa tidak boleh minum air berlebihan lagi, bahkan dihindari dahulu karena jantungnya penuh air, tetapi anjuran Pdt Daniel sangat bertentangan dengan saran dokter.”
Kakak/Bapak Edi : “ Saya cukup terkejut dengan rhema yang didapat Pdt Daniel, tetapi saya meyakinkan keluarga adik saya untuk mempercayai apapun yang jadi perintah Tuhan. Yang penting taat, karena jika ini datangnya dari Tuhan, pasti akan ada mujizat.”
Anak/Teti : “ Keesokannya, mama menyediakan air putih dua (2) gelas untuk diminum papa demikian seterusnya. Kami melakukannya seolah tutup mata dengan apa yang dikatakan dokter, kami belajar mempercayai Tuhan dan caraNya untuk menyembuhkan papa. Seminggu kemudian papa ke dokter untuk cek jantung kembali. Keadaan papa belum membaik, bahkan semakin lemah dan tak berdaya. Setelah pulang dari sana, kami sangat dikejutkan dengan apa yang terjadi. Batu empedu papa yang sepanjang 1,5 cm dan menyengsarakan papa keluar dengan sendirinya saat papa buang air kecil. Mujizat telah terjadi!! Kami sangat bersukacita dan mengucap syukur atas mujizat ini.”
Kakak/Bapak Edi : “ saya melihat bagaimana Tuhan Yesus bekerja dengan heran. Malam itu kami langsung memberikan kesaksian kepada radio CMC FM dalam program Healing From Heaven. Pdt Daniel menganjurkan untuk kembali dicek secara medis, tetapi kami sangat percaya kesembuhan sudah terjadi. Pagi itu adik saya bangun dengan segar bugar, sambil sedikit berolah raga dan menikmati kesembuhannya. Bahkan dia mengaku jantungnya tidak lagi terasa sesak dan sakit lagi seperti beberapa hari lalu, kami sangat bersukacita. Sampai sekarang adik saya dapat bekerja kembali dengan sehat dan jantungnya sudah sangat jauh membaik walau sesekali perlu untuk check up. Tuhan masih membuat mujizat, puji Tuhan! “







