Ada sebuah kisah seorang raja yang merasa lelah dengan kehidupan di istana dengan tekanan yang ia terima sebagai seorang raja. Ia kemudian menjumpai seorang pendeta di biara dan memohon agar ia diterima tinggal di sana sebagai seorang biarawan. Ia bahkan berkata ingin menghabiskan sisa hidupnya di biara.
“Yang Mulia,” kata sang pendeta, “Apakah Anda memahami bahwa sumpah/janji yang dipegang di biara ini adalah janji ketaatan? Pasti sulit sekali karena Anda terbiasa menjadi seorang raja.”
“Saya mengerti,” jawab raja tersebut dengan yakin. “Dalam sisa hidup saya, saya akan taat kepadamu.”
“Kalau begitu, saya akan memberitahu Anda apa yang harus dilakukan,” kata pendeta, “Kembalilah ke takhta Anda dan bekerjalah dengan setia di mana Tuhan sudah menempatkan Anda.”

Kadang kita berpikir bahwa kehidupan orang lain lebih enak, entah pekerjaan mereka, keadaan keluarga mereka, keuangan mereka dan lain sebagainya. Bisa juga kita berpikir bahwa pekerjaan kita terlalu sepele dan kurang bermakna dibandingkan pekerjaan orang lain. Mereka merancang program-program untuk satu negara, sedangkan kita hanya berkutat dengan angka. yang lain memimpin rapat, sedangkan kita mengurus rumah.

Namun sebenarnya yang terpenting adalah bukan pekerjaan apa yang kita lakukan, tetapi sikap kita ketika melakukannya.

Di mana kita ditempatkan, percayalah bahwa Tuhan menempatkan kita tidak sembarangan. Kita ditempatkan untuk menjadi berkat. Justru bersyukurlah jika kita berada dalam keadaan yang “berat” karena itu berarti kita lebih kuat dari yang lain dan Tuhan rindu kita menjadi berkat di sana.

Martin Luther King, Jr. pernah berkata, “Kalau seseorang dipanggil sebagai penyapu jalanan, ia harus menyapu jalanan seperti Micheleangelo melukis, atau Beethoven menulis musik, atau Shakespeare menulis puisi. Ia harus emnyapu jalanan sedemikian rupa, sehingga seluruh penghuni langit dan bumi berhenti dan berkata, di sini pernah hidup seorang penyapu jalanan yang melakukan tugasnya dengan baik.”

Jadilah berkat di manapun kita ditempatkan.

⁣Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
Kolose 3:23

 

 

Sumber : Esther Idayanti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here